Menguasai Budidaya: Contoh Soal Prakarya Kelas 10 Semester 2 untuk Memperdalam Pemahaman
Prakarya merupakan mata pelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan praktis dan kreativitas. Di semester 2 kelas 10, salah satu topik yang seringkali menjadi fokus adalah budidaya. Budidaya, dalam konteks prakarya, mencakup berbagai kegiatan menanam dan merawat tanaman, mulai dari pemilihan bibit, penyiapan lahan, pemeliharaan, hingga panen. Memahami konsep-konsep dasar budidaya sangat penting untuk dapat mempraktikkannya secara efektif dan efisien.
Untuk membantu siswa memperdalam pemahaman mereka mengenai materi budidaya, berikut adalah serangkaian contoh soal yang mencakup berbagai aspek penting. Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman teoritis maupun kemampuan analisis siswa, serta mendorong mereka untuk berpikir kritis dalam menghadapi berbagai skenario budidaya.
Bagian I: Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk setiap pertanyaan.
-
Teknik perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menggunakan bagian dari tanaman induk seperti batang, akar, atau daun disebut:
a. Perbanyakan generatif
b. Perbanyakan vegetatif
c. Penyerbukan
d. PemupukanJawaban: b. Perbanyakan vegetatif
Pembahasan: Perbanyakan vegetatif adalah cara memperbanyak tanaman menggunakan bagian tubuh tanaman induk tanpa melalui proses peleburan sel kelamin. Contohnya adalah stek batang, okulasi, dan cangkok. -
Salah satu keunggulan perbanyakan generatif dibandingkan vegetatif adalah:
a. Menghasilkan bibit yang seragam dengan induknya
b. Memiliki variasi genetik yang lebih luas
c. Waktu pertumbuhan lebih cepat
d. Tahan terhadap penyakitJawaban: b. Memiliki variasi genetik yang lebih luas
Pembahasan: Perbanyakan generatif melalui biji menghasilkan keturunan yang memiliki kombinasi genetik dari kedua induk, sehingga menciptakan variasi genetik yang lebih luas. Ini bisa menghasilkan sifat unggul baru, namun juga bisa menghasilkan sifat yang kurang diinginkan. -
Syarat utama keberhasilan budidaya tanaman adalah ketersediaan air yang cukup. Jenis irigasi yang paling efisien dalam penggunaan air dan cocok untuk daerah kering adalah:
a. Irigasi banjir
b. Irigasi tetes (drip irrigation)
c. Irigasi parit
d. Irigasi sprinklerJawaban: b. Irigasi tetes (drip irrigation)
Pembahasan: Irigasi tetes mengantarkan air langsung ke zona perakaran tanaman secara perlahan, meminimalkan penguapan dan limpasan air. Hal ini sangat efektif dalam menghemat air, terutama di daerah yang kekurangan air. -
Pupuk yang mengandung unsur hara makro primer yang sangat dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar adalah:
a. NPK
b. Urea
c. KCL
d. Semua jawaban benarJawaban: d. Semua jawaban benar
Pembahasan: NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) adalah pupuk makro primer yang menyediakan tiga unsur hara esensial bagi pertumbuhan tanaman. Urea (mengandung Nitrogen) dan KCL (mengandung Kalium) juga merupakan pupuk makro primer. -
Tanaman yang memiliki akar tunggang dan biasanya bijinya terbelah dua (dikotil) umumnya memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dengan tanaman berkeping satu (monokotil). Ciri khas pada struktur daun tanaman monokotil adalah:
a. Tulang daun menyirip
b. Tulang daun menjari
c. Tulang daun sejajar
d. Urat daun seperti jaringJawaban: c. Tulang daun sejajar
Pembahasan: Tanaman monokotil, seperti padi dan jagung, memiliki ciri khas daun dengan tulang daun yang tumbuh sejajar dari pangkal hingga ujung daun. -
Penyiangan pada tanaman budidaya bertujuan untuk:
a. Menambah kadar air tanah
b. Mengurangi persaingan dengan gulma
c. Meningkatkan kelembaban udara
d. Mempercepat pertumbuhan akarJawaban: b. Mengurangi persaingan dengan gulma
Pembahasan: Penyiangan adalah kegiatan membersihkan lahan dari gulma atau tumbuhan liar yang dapat bersaing dengan tanaman budidaya dalam mendapatkan air, cahaya matahari, dan unsur hara. -
Organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat merusak bagian akar, batang, daun, buah, atau bunga tanaman adalah:
a. Gulma
b. Hama dan penyakit
c. Predator
d. ParasitJawaban: b. Hama dan penyakit
Pembahasan: Hama adalah organisme yang menyerang tanaman dan menyebabkan kerusakan fisik, sedangkan penyakit adalah kelainan fisiologis pada tanaman yang disebabkan oleh patogen (jamur, bakteri, virus). -
Teknik budidaya tanaman yang dilakukan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam disebut:
a. Hidroponik
b. Aeroponik
c. Akuaponik
d. Semua jawaban benarJawaban: d. Semua jawaban benar
Pembahasan: Hidroponik (menggunakan larutan nutrisi), aeroponik (menggunakan kabut nutrisi), dan akuaponik (menggabungkan budidaya ikan dan tanaman) adalah metode budidaya tanpa tanah. -
Pemilihan varietas unggul dalam budidaya bertujuan untuk mendapatkan hasil yang:
a. Cepat panen
b. Tahan terhadap hama dan penyakit
c. Memiliki kualitas dan kuantitas yang tinggi
d. Semua jawaban benarJawaban: d. Semua jawaban benar
Pembahasan: Varietas unggul biasanya memiliki karakteristik yang diinginkan petani, seperti pertumbuhan yang cepat, produktivitas tinggi, rasa yang enak, ketahanan terhadap OPT, dan adaptasi yang baik terhadap lingkungan. -
Setelah panen, proses penanganan pascapanen yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam produk pertanian agar tahan lama disimpan disebut:
a. Pengemasan
b. Sortasi
c. Pengeringan
d. PemasaranJawaban: c. Pengeringan
Pembahasan: Pengeringan adalah proses penting dalam penanganan pascapanen untuk menurunkan kadar air produk pertanian, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperpanjang umur simpan.
Bagian II: Esai Singkat
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas.
-
Jelaskan perbedaan mendasar antara perbanyakan generatif dan vegetatif pada tanaman, serta berikan masing-masing dua contohnya.
Jawaban:
Perbedaan mendasar antara perbanyakan generatif dan vegetatif terletak pada asal usul keturunannya.- Perbanyakan Generatif: Dilakukan melalui perkawinan sel kelamin jantan dan betina, menghasilkan keturunan dari biji. Keturunannya memiliki variasi genetik dari kedua induk. Contoh: Tanaman mangga yang ditanam dari biji, tanaman padi.
- Perbanyakan Vegetatif: Dilakukan menggunakan bagian tubuh tanaman induk (akar, batang, daun) tanpa melalui perkawinan. Keturunannya bersifat identik secara genetik dengan induknya (klon). Contoh: Stek batang mawar, cangkok pohon jeruk.
-
Apa saja faktor-faktor lingkungan yang sangat penting diperhatikan dalam budidaya tanaman? Jelaskan secara singkat peran masing-masing faktor tersebut.
Jawaban:
Faktor-faktor lingkungan yang penting dalam budidaya tanaman antara lain:- Cahaya Matahari: Penting untuk proses fotosintesis, yaitu proses pembentukan energi dan zat makanan bagi tanaman. Intensitas dan durasi cahaya matahari mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
- Air: Merupakan komponen penting dalam sel tanaman, pelarut nutrisi, dan berperan dalam proses transpirasi serta transportasi zat di dalam tanaman. Ketersediaan air yang cukup sangat krusial.
- Suhu: Mempengaruhi laju metabolisme tanaman, seperti fotosintesis, respirasi, dan pembungaan. Setiap tanaman memiliki rentang suhu optimal untuk pertumbuhannya.
- Udara: Menyediakan gas karbon dioksida (CO2) untuk fotosintesis dan oksigen (O2) untuk respirasi. Sirkulasi udara yang baik juga membantu mencegah penyakit.
- Nutrisi (Unsur Hara): Dibutuhkan dalam jumlah yang cukup untuk pertumbuhan optimal. Unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) dan mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Cl) berperan dalam berbagai fungsi fisiologis tanaman.
- Media Tanam: Menyediakan dukungan fisik, menyimpan air dan unsur hara, serta memungkinkan pertukaran gas. Sifat fisik dan kimia media tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan akar.
-
Jelaskan langkah-langkah umum dalam persiapan lahan untuk budidaya tanaman sayuran.
Jawaban:
Langkah-langkah umum persiapan lahan untuk budidaya tanaman sayuran meliputi:- Pembersihan Lahan: Membersihkan lahan dari gulma, sisa tanaman sebelumnya, sampah, dan bebatuan.
- Pengolahan Tanah: Membajak atau mencangkul tanah untuk menggemburkan struktur tanah, memperbaiki drainase, dan aerasi. Kedalaman pengolahan disesuaikan dengan jenis tanaman.
- Pemberian Pupuk Dasar: Mencampurkan pupuk organik (kompos, pupuk kandang) dan pupuk anorganik (jika diperlukan) ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan.
- Pembuatan Bedengan/Gundukan: Membuat bedengan atau gundukan tanah untuk tempat penanaman, guna memudahkan irigasi, drainase, dan perawatan. Ukuran bedengan disesuaikan dengan jenis sayuran dan kondisi lahan.
- Perataan dan Pemadatan (opsional): Meratakan permukaan bedengan dan memadatkan tanah secukupnya agar bibit dapat tertanam dengan baik.
-
Apa yang dimaksud dengan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)? Sebutkan dua jenis OPT beserta contoh kerusakannya pada tanaman.
Jawaban:
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah semua organisme yang dapat menimbulkan kerugian pada tanaman budidaya, baik secara langsung maupun tidak langsung. OPT dapat berupa hewan (hama), tumbuhan pengganggu (gulma), maupun mikroorganisme patogen (penyakit).
Dua jenis OPT beserta contoh kerusakannya:- Hama Kutu Daun (Aphids): Menghisap cairan pada pucuk daun dan batang muda, menyebabkan daun keriting, pertumbuhan terhambat, dan terkadang menyebarkan virus.
- Penyakit Busuk Buah (akibat jamur Phytophthora): Menyebabkan bercak coklat kehitaman pada buah, yang kemudian meluas dan menyebabkan buah membusuk, lembek, dan akhirnya rontok.
-
Jelaskan pentingnya penanganan pascapanen dalam budidaya tanaman. Berikan satu contoh teknik penanganan pascapanen.
Jawaban:
Penanganan pascapanen sangat penting dalam budidaya tanaman karena bertujuan untuk menjaga kualitas produk, mengurangi kehilangan hasil panen, memperpanjang umur simpan, serta meningkatkan nilai jual produk pertanian. Penanganan pascapanen yang baik dapat memastikan bahwa produk yang sampai ke konsumen tetap segar dan bernutrisi.
Salah satu contoh teknik penanganan pascapanen adalah Sortasi. Sortasi adalah kegiatan memisahkan hasil panen berdasarkan ukuran, bentuk, tingkat kematangan, warna, dan bebas dari kerusakan fisik, busuk, atau serangan hama. Tujuannya adalah untuk mendapatkan produk yang seragam dan berkualitas baik.
Bagian III: Studi Kasus
Bacalah skenario berikut dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang menyertainya.
Skenario:
Pak Budi adalah seorang petani muda yang berencana menanam cabai di lahan seluas 500 meter persegi. Ia memiliki beberapa pertanyaan mengenai persiapan dan perawatan tanaman cabainya. Lahan Pak Budi memiliki tekstur tanah lempung berpasir dan terletak di daerah yang cenderung kering pada musim kemarau.
-
Berdasarkan kondisi lahan Pak Budi (tanah lempung berpasir dan cenderung kering), jenis pupuk organik apa yang paling direkomendasikan untuk meningkatkan kesuburan dan daya simpan air tanahnya? Jelaskan alasannya.
Jawaban:
Untuk kondisi tanah lempung berpasir dan cenderung kering, jenis pupuk organik yang paling direkomendasikan adalah kompos yang matang dan pupuk kandang yang sudah terdekomposisi dengan baik (misalnya dari sapi atau ayam).
Alasan:- Meningkatkan Struktur Tanah: Kompos dan pupuk kandang yang terdekomposisi akan memperbaiki struktur tanah lempung berpasir. Pada tanah lempung berpasir, partikel pasir besar dan lempung halus seringkali tidak terikat dengan baik. Penambahan bahan organik akan membantu mengikat partikel-partikel ini menjadi agregat yang lebih stabil.
- Meningkatkan Daya Simpan Air: Bahan organik memiliki kemampuan menyerap dan menahan air yang sangat baik. Pada tanah yang cenderung kering, penambahan bahan organik akan meningkatkan kapasitas tanah untuk menahan kelembaban, sehingga mengurangi frekuensi penyiraman dan menjaga ketersediaan air bagi tanaman cabai.
- Menyediakan Nutrisi: Bahan organik juga merupakan sumber nutrisi yang dilepaskan secara perlahan, memberikan nutrisi bagi tanaman cabai secara berkelanjutan.
-
Pak Budi khawatir tentang ketersediaan air selama musim kemarau. Selain menggunakan irigasi tetes, teknik penyiraman lain apa yang bisa diterapkan untuk menghemat air di lahannya?
Jawaban:
Selain irigasi tetes, teknik penyiraman lain yang bisa diterapkan Pak Budi untuk menghemat air di lahannya adalah:- Penyiraman di Pagi atau Sore Hari: Menyiram tanaman pada waktu-waktu ini mengurangi penguapan air yang berlebihan akibat panas matahari.
- Penggunaan Mulsa Organik: Menutupi permukaan tanah di sekitar tanaman cabai dengan mulsa organik seperti jerami, sekam padi, atau daun kering. Mulsa akan membantu menahan kelembaban tanah, mengurangi penguapan, menekan pertumbuhan gulma yang bersaing dengan tanaman untuk air, dan menjaga suhu tanah tetap stabil.
- Membuat Sumur Resapan atau Lubang Biopori: Jika memungkinkan, membuat sumur resapan atau lubang biopori di sekitar lahan dapat membantu air hujan meresap ke dalam tanah lebih dalam, mengurangi limpasan permukaan, dan meningkatkan cadangan air tanah.
-
Pak Budi melihat ada bercak kuning pada beberapa daun cabai mudanya, yang terkadang diikuti dengan keriting. Jika ini adalah gejala penyakit, jenis penyakit apa yang kemungkinan menyerang dan bagaimana cara mengatasinya secara non-kimiawi terlebih dahulu?
Jawaban:
Jika gejala yang muncul adalah bercak kuning pada daun cabai muda yang terkadang diikuti dengan keriting, kemungkinan ini adalah gejala serangan hama kutu daun (aphids) atau penyakit virus yang ditularkan oleh hama.
Cara mengatasi secara non-kimiawi terlebih dahulu:- Sanitasi Lahan: Memastikan lahan bersih dari gulma yang bisa menjadi tempat persembunyian hama.
- Pemeriksaan Rutin: Melakukan pemeriksaan rutin pada tanaman, terutama pada bagian pucuk dan bagian bawah daun, untuk mendeteksi keberadaan hama sejak dini.
- Penyemprotan Air Bertekanan: Jika serangan masih ringan, menyemprot tanaman dengan air bertekanan dari selang dapat membantu menggugurkan hama kutu daun dari tanaman.
- Penggunaan Pestisida Nabati: Membuat pestisida nabati dari bahan-bahan alami seperti ekstrak daun sirsak, daun nimba (margosa), atau bawang putih. Larutan ini disemprotkan pada tanaman yang terserang.
- Memanfaatkan Musuh Alami: Mengundang atau memelihara musuh alami dari hama kutu daun, seperti kumbang koksi (ladybug) atau lacewings, yang memakan kutu daun.
- Penggunaan Perangkap Kuning: Memasang perangkap berwarna kuning lengket di sekitar tanaman. Kutu daun tertarik pada warna kuning dan akan menempel pada perangkap tersebut.
-
Pak Budi berencana untuk memanen sebagian hasil cabainya untuk dijual langsung ke pasar tradisional dan sebagian lagi untuk dikeringkan lalu dijual sebagai cabai kering. Jelaskan tujuan dari kedua jenis penanganan pascapanen tersebut.
Jawaban:
Tujuan dari kedua jenis penanganan pascapanen yang direncanakan Pak Budi adalah:-
Menjual Langsung ke Pasar Tradisional (Cabai Segar):
- Tujuan: Memanfaatkan permintaan pasar untuk cabai segar yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat.
- Keunggulan: Menghasilkan pendapatan yang lebih cepat karena produk langsung dijual. Kualitas kesegaran cabai dapat menarik konsumen.
- Penanganan: Meliputi pemetikan yang hati-hati, sortasi berdasarkan ukuran dan kualitas, serta pengemasan yang sesuai agar tetap segar selama transportasi dan penjualan.
-
Mengeringkan Cabai untuk Dijual sebagai Cabai Kering:
- Tujuan: Memperpanjang umur simpan produk, mengurangi kehilangan hasil panen akibat pembusukan, dan meningkatkan nilai tambah produk. Cabai kering juga memiliki pasar tersendiri dan bisa disimpan dalam waktu lama.
- Keunggulan: Mengatasi kelebihan produksi saat panen raya, mengurangi biaya penyimpanan dibandingkan produk segar, dan membuka peluang pasar baru (industri makanan olahan, pasar bumbu kering).
- Penanganan: Meliputi pemetikan cabai yang matang sempurna, pencucian bersih, pengeringan (biasanya di bawah sinar matahari atau menggunakan alat pengering) hingga kadar air mencapai tingkat tertentu, serta pengemasan untuk melindungi dari kelembaban dan kontaminasi.
-
Dengan memahami dan berlatih mengerjakan berbagai jenis soal seperti di atas, siswa diharapkan dapat memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam bidang budidaya. Mata pelajaran prakarya, khususnya budidaya, tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang bagaimana menerapkannya di dunia nyata. Selamat belajar dan berkreasi!